Jokowi disebut berencana menghadiri Rakorda PSI Jawa Barat pada akhir September 2026, dengan pengurus daerah menargetkan kehadiran 5.000 kader.
Wakil Ketua Umum PSI Ronald A Sinaga alias Bro Ron seusai sowan ke kediaman Jokowi di Solo, Jumat (11/9). (merdeka.com/arie sunaryo).
- Jokowi direncanakan hadiri Rakorda PSI Jabar akhir September 2026.
- PSI Jabar targetkan 5.000 kader hadir jika Jokowi datang.
- Struktur PSI Jabar solid, optimistis capai target kehadiran kader.
Layananberita.com, Jakarta – Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi berencana menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat pada akhir September 2026.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PSI Ronald A Sinaga alias Bro Ron seusai bertemu Jokowi di kediamannya di Solo, Jumat (11/9).
Menurut Bro Ron, kehadiran Jokowi diinginkan pengurus PSI Jawa Barat. Bahkan, pengurus daerah tersebut menargetkan 5.000 kader hadir jika Jokowi datang.
“Saya ada 3 pembicaraan sama bapak. Salah satunya keinginan salah satu pengurus PSI daerah, yang ingin kehadirannya bapak. Saking cintanya sama bapak, ketua daerah kita ini menjanjikan 5.000 kader hadir kalau bapak datang,” kata Bro Ron.
Bro Ron mengatakan Jokowi sempat terkejut mendengar rencana tersebut. Dia menyebut struktur organisasi PSI di Jawa Barat telah terbentuk dari tingkat DPD, DPC hingga DPRt sehingga pengurus optimistis mampu mengumpulkan ribuan kader.
“Bapak aja kaget lho, 5.000 di acara Rakorda gitu kan. Tapi nggak usah saya sampaikan itu dimana, tapi bapak sendiri kaget ada daerah yang pengurusnya siap menghadirkan 5.000 kader. Dimana secara struktur, dari DPD, DPC, DPRt sudah lengkap. Makanya sangat pede untuk menghadirkan 5.000 kader,” kata Bro Ron.
Antusiasme Kader PSI
Bro Ron menyebut antusiasme kader PSI di Jawa Barat cukup tinggi. Kondisi tersebut didukung struktur organisasi yang dinilai telah siap dan solid.
“Kita optimistis. Struktur partai di Jabar sudah siap dari tingkat DPD, DPC, hingga ke tingkat Ranting,” ujar dia.
Rakorda PSI Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada akhir September 2026. Jika hadir, Jokowi akan menjadi bagian dari agenda konsolidasi internal PSI di Jawa Barat.
Didampingi Kaesang, Jokowi Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi
Jokowi didampingi oleh putra bungsunya yang juga Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep dan Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo menghadiri acara khitanan anak pengasuh Yayasan Al-Busthomi KH Muhammad Busthomi atau sering disapa Ustadz Ujang Busthomi, Sabtu (12/9/2026) (Istimewa)
Layananberita.com, Jakarta – Presiden ke-7 RI Joko Widodo menghadiri acara khitanan anak pengasuh Yayasan Al-Busthomi, KH Muhammad Busthomi, atau yang sering disapa Ustaz Ujang Busthomi, Sabtu (12/9/2026).
Tiba di Yayasan Al-Busthomi Padepokan Anti Galau di Desa Sinarrancang, Kec. Mundu, Kab. Cirebon, Jawa Barat, Jokowi dikalungi bunga oleh Ustaz Ujang Busthomi.
Jokowi disambut dengan iringan drum band dari Alman Panguragan dan Paksi Naga Liman, kereta kencana milik Keraton Kanoman. Kurang lebih, Jokowi berjalan sepanjang 1 km sambil menyapa warga untuk menuju tempat acara.
Jokowi juga menyempatkan diri untuk bersalaman dengan masyarakat yang hadir. Warga pun antusias memanggil nama Jokowi.
“Pak Jokowi, sini, Pak Jokowi,” ucap warga desa.
Sementara itu, para pedagang juga memanggil Jokowi untuk mampir.
“Jualan apa?” tanya Jokowi.
“Bakso, Pak. Mampir, Pak. Sehat terus ya, Pak Jokowi,” kata seorang pedagang.
Dalam kegiatan ini, Jokowi juga didampingi oleh putra bungsunya yang juga Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep dan Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus.
Khitanan anak ke-7 Ustaz Ujang Busthomi, Muhammad Aulian Ghayda Fattana, sudah dilangsungkan pada Agustus lalu. Acara syukuran digelar Sabtu (12/9/2026).
PM Malaysia Anwar Ibrahim Mendadak Minta Maaf ke Jokowi
Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim menyampaikan permintaan maaf kepada mantan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) karena tidak dapat menemuinya secara langsung di Pulau Pinang alias Penang, Malaysia.
Jokowi berada di Penang untuk menghadiri Penang Peace Dialogue. Sementara itu, Anwar telah memiliki agenda yang dijadwalkan lebih awal di Malaysia Agriculture, Horticulture and Agrotourism Exhibition (MAHA) 2026.
PM Anwar menuturkan dirinya sempat menghubungi Jokowi sebelum menghadiri MAHA 2026.
“Pagi ini sebelum ke MAHA 2026, saya sempat hubungi sahabat lama yang juga Mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang kini berada di Pulau Pinang bagi menghadiri Penang Peace Dialogue,” sebut PM Anwar melalui unggahan di akun media sosialnya, Minggu (6/9).
Anwar menjelaskan dirinya tidak dapat menemui Jokowi karena harus menghadiri agenda bersama petani, peternak, pekebun, dan komunitas agro di MAHA 2026.
“Saya zahirkan permohonan maaf kerana tidak dapat menyantuni Pak Jokowi secara langsung di sana berikutan rencana bersama golongan petani, penternak, peladang dan komuniti agro di MAHA 2026 yang telah dijadualkan lebih awal,” jelasnya.
Dalam percakapan itu, keduanya juga saling bertukar kabar. Anwar tidak lupa menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Indonesia menyusul bencana gunung berapi dan kabut asap yang tengah dihadapi.
“Kami bertukar khabar dalam suasana penuh mesra, selain saya menzahirkan solidariti kepada saudara-saudara kita di Indonesia susulan bencana gunung berapi serta cabaran jerebu yang sedang dihadapi,” ungkap PM Anwar.
PM Anwar turut menekankan eratnya hubungan Malaysia dan Indonesia yang terikat oleh sejarah, budaya, dan persaudaraan.
“Malaysia dan Indonesia bukan sekadar negara jiran, tetapi dua bangsa serumpun yang diikat sejarah, budaya dan persaudaraan yang akrab. Amanah dan kedudukan boleh silih berganti, namun persahabatan dan rasa hormat akan terus kekal,” kata PM Anwar.
Ia berharap hubungan tersebut terus terpelihara demi kesejahteraan masyarakat kedua negara serta keamanan dan kemakmuran kawasan.
“Insya-Allah, ikatan ini akan terus dipelihara demi kesejahteraan rakyat kedua-dua negara serta keamanan dan kemakmuran rantau,” imbuhnya.
Penang Peace Dialogue dirancang sebagai platform untuk mempertemukan para negarawan dan pakar geopolitik global, serta masyarakat dari berbagai lapisan sosial ekonomi dan latar belakang budaya guna membahas paradigma baru di dunia multipolar yang sedang berkembang.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347407/original/004808600_1789304110-008439900_1789286999-Screenshot_20260911-193251_WhatsApp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313535/original/013473600_1785651920-227883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347037/original/010057100_1789262642-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_08.18.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341709/original/056768900_1788676741-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_13.37.26.jpeg)